Archive for November 27th, 2007
Mengapa menguap?
Hari ini bawaan badan menguap (yawning) terus dan saya menjadi terganggu akan hal ini. Sejenak kuberpikir kenapa aku menguap ya? Kalau kurang tidur itu tidak mungkin karena kemarin aku justru tidur lebih awal jam 10:30 (biasanya tidur antara jam 23:30-00:30) dan bangun pukul 04:30 yang berarti 6 jam waktu tidur sehari (bisanya juga aku tidur memang 6 jam sehari, setiap hari). O, ya.. mungkin karena aku tadi lari-lari pagi selama 1 jam dan lupa meminum suplemen sehingga jumlah asupan yang masuk tidak sebanding dengan jumlah energi yang dikeluarkan. Setidaknya itulah menurut anggapanku tetapi hal ini menarik perhatian untuk mengetahui lebih lanjut tentang mengapa menguap?
Dari beberapa sumber tulisan dan survey ada hal yang menarik
tentang menguap antara lain:
1. Setiap orang menguap: bayi, anak kecil, orang muda, orang tua, beberapa burung, reptil dan sebagian besar mamalia.
2. Sampai saat ini belum banyak penelitian tentang menguap (yawning) mungkin hal ini disebabkan banyak orang berpendapat menguap bukanlah sebuah masalah.
3. Sekali menguap rata-rata sekitar 6 detik.
4. Menguap dapat menular, (hahahahha, hati-hati dengan orang yang menguap)
5. Detak jantung meningkat 30% saat kita menguap.
6. 55% orang akan menguap dalam lima menit setelah melihat orang lain menguap.
7. Membaca artikel tentang menguap membuat orang terangsang untuk menguap.
8. Orang buta menjadi lebih menguap ketika mendengar rekaman suara orang menguap.
9. Anak laki-laki lebih banyak menguap dibanding anak perempuan
10. Bagian dari otak yang memainkan peranan dalam hal menguap adalah hypothalamus (lihat *).
Apa yang menyebabkan menguap?
Banyak penyebab seseorang mengantuk, secara garis besar saya membagi dalam 2 pengaruh antara lain:
- Pengaruh fisiologi
- Kita menguap karena kandungan oksigen dalam paru-paru kita sudah berkurang.Penelitian menunjukkan bahwa pada saat kita bernafas normal, kita tidak menggunakan paru-paru pada secara penuh.Di dalam paru-paru ada organ yang bernama alveoli, atau kantung udara.Alveoli ini berfungsi untuk mengalirkan oksigen ke dalam darah dan menyedot karbondioksida untuk kemudian dikeluarkan. Jika alveoli tidak mendapatkan udara segar, dia akan kempis dan paru-paru agak mengeras. Otak kemudian segera bereaksi untuk memerintahkan mulut menguap dan menarik udara (oksigen).
- Mungkin hal-hal berikut menyangkut fisiologi, ketika seseorang kurang tidur, kelelahan, kebanyakan tidur, melakukan aktifitas yang monoton dan membosankan (mis: membaca, menonton, menunggu), kurang konsentrasi.
- Pengaruh psikologi
- Berada disekitar orang menguap membuat orang ikut menguap.
- Melihat orang menguap juga membuat seseorang menguap meskipun melalui pesawat televisi.
- penelitian juga menghasilkan suatu kesimpulan yang cukup aneh. Ketika 2 orang atau lebih berada dalam suatu situasi dan salah satu orang tersebut menguap, maka orang lain yang menguap paling banyak adalah orang yang memiliki empati paling besar dibanding lainnya. Jadi ada hubungan antara frekuensi menguap dan empati.
Teori yang tidak benar tentang menguap
Banyak orang menduga bahwa menguap disebabkan karena tubuh kita berusaha mengeluarkan karbondioksida yang berlebihan dan mengambil lebih banyak oksigen. Hal ini memang masuk akal karena ketika seseorang bosan atau lelah, mereka bernafas lebih lambat, ketika nafas lebih lambat maka oksigen dalam paru lebih sedikit. Sehingga begitu karbondioksida meningkat dalam darah, pesan ini yang sampai kepada otak menginstruksikan ke paru agar menarik nafas yang dalam maka terjadilah menguap. Masalahnya teori tentang banyaknya karbondioksida dalam darah tidak terbukti dalam percobaan yang dilakukan oleh Dr. Robert Provine bersama asistennya ditahun 1987, mereka melakukan 4 kali percobaan dan mengkondisikan ruangan dengan berbagai macam gas sebagai berikut:
Gas #1 = 100% Oxygen
Gas #2 = 3% Carbon dioxide, 21% Oxygen
Gas #3 = 5% Carbon dioxide, 21% Oxygen
Gas #4 = Normal Air
dan menempatkan beberapa orang didalamnya untuk bernafas selama 30 menit.
Dan hasilnya:
Bernafas dalam kondidi 100% oksigen (Gas #1) atau dalam kondisi karbondioksida (Gas #2 and #3) tidak menyebabkan orang bernafas lebih cepat. Begitupun baik dalam ruangan yang banyak karbondioksida maupun dalam ruangan 100% oksigen tidak menyebabkan orang-orang itu menguap lebih banyak. Juga tidak merubah berapa lama seseorang dalam sekali penguapan.

Yang menarik ditahun 2007, para peneliti menyampaikan proposal bahwa menguap digunakan untuk mendinginkan otak, mereka menemukan orang yang menguap lebih banyak, lebih menurunkan suhu diotak dibandingkan meletakkan handuk dingin dikepala. Orang yang bernafas melalui hidung (yang berpikir untuk menurunkan suhu otak) bahkan tidak pernah menguap.
Hal tentang menguap memang masih banyak merupakan misteri .

Jadi berapa banyak kamu menguap setelah baca artikel ini?
* ====================================================================
Hypothalamus
From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search
| Brain: Hypothalamus | ||
|---|---|---|
| Latin | hypothalamus | |
| Gray’s | subject #189 812 | |
| NeuroNames | hier-358 | |
The hypothalamus links the nervous system to the endocrine system via the pituitary gland (hypophysis). The hypothalamus, (from Greek ὑποθαλαμος = under the thalamus) is located below the thalamus, just above the brain stem. This gland occupies the major portion of the ventral region of the diencephalon. It is found in all mammalian brains. In humans, it is roughly the size of an almond.
The hypothalamus regulates certain metabolic processes and other activities of the Autonomic Nervous System. It synthesizes and secretes neurohormones, often called hypothalamic-releasing hormones, and these in turn stimulate or inhibit the secretion of pituitary hormones.
1 comment November 27, 2007

