Posts filed under 'TPPM'

Transfer visi (satu)

Salah satu bahaya besar yang dihadapi oleh pelayanan mahasiswa dan kegiatan-kegiatan Kristen lainnya adalah menjadi lembaga yang kehilangan visi; generasi penerus melanjutkan kegiatan yang ada namun kehilangan semangat yang mendasari kegiatan tersebut. Nama, dukungan keuangan dan program tetap ada, tetapi orang-orangnya tidak lagi berpegang pada visi yang sama dengan pendirinya. Mereka meneruskan tradisi hanya secara pasif bukan karena mengalami sendiri dorongan dan pimpinan Roh Kudus. Akhirnya terjadi kekecewaan, kehilangan motivasi dan gerakan Kristen tersebut mengalami kiris atau bahkan kehancuran.
(Dr. Samuel Escobar)

Setiap awal tahun, apakah itu awal tahun ajaran, awal tahun kalender gregorian ataupun awal tahun pelayanan, kita selalu berbicara dan merenungkan “apa yang menjadi rencana hidup kita kedepan, apa yang akan kita kerjakan”. Kita memiliki gambaran seperti apa nantinya yang sedang kita harapkan terjadi. Biasanya didalam lingkupan pelayanan semuanya itu selalu dituang dalam program yang akan dikerjakan 1 atau 2 tahun mendatang. Program disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan program-program yang sudah berjalan di tahun-tahun sebelumnya dan mempertimbangkan apakah program-program tersebut masih layak untuk dilanjutkan atau tidak. Dengan juga memperhatikan kemampuan dan sumber daya yang ada program yang sudah selesai disusunpun siap untuk dikerjakan dalam periode pelayanan.

Setiap orang yang ikut dalam penyusunan program merasa terbeban untuk mengerjakan program yang sudah disusunnya. Diawal tahun pelayanan pada umumnya tiap-tiap orang memiliki semangat yang sama untuk mengerjakan program tersebut, namun seiring berlalunya waktu ketika masa pelayanan sedang berjalan, tidak semua orang memiliki semangat yang sama lagi. Walaupun demikian mendekati akhir tahun pelayanan setiap orang kembali berusaha menyelesaikan program yang sudah disusun agar target pelayanan seperti yang diprogramkan dapat tercapai. Namun tercapainya target program pelayanan tidak selalu merupakan gambaran tercapainya sebuah visi dari sebuah pelayanan.

Hal yang sama dapat terjadi didalam pelayanan mahasiswa yang sedang kita kerjakan. Sangat penting bagi setiap orang yang terlibat dalam pelayanan mengetahui dan memahami apa yang menjadi visi dari pelayanan tersebut. Setiap pelayanan memiliki latar belakang visi yang membuat pelayanan tersebut menjadi ada.

Visi ada dimana-mana, visi juga ada dalam sebuah keluarga, atau pelayanan, pekerjaan atau apa saja yang Tuhan taruhkan dalam hati setiap manusia. Sebuah visi memberikan gambaran kehidupan yang akan terjadi dimasa depan. Visi membutuhkan kesabaran, motivasi, arahan dan tujuan yang jelas. Visi berakar pada Allah dan kehendakNya yang memiliki dimensi rohani yang penting dan bernilai kekal.

Visi bersifat menular, ditransmisikan dari pribadi ke pribadi. Visi dapat dijelaskan diatas kertas atau pita rekaman, namun transmisi visi selalu melibatkan manusia, karena visi akan menjadi sesuatu yang menguasai kita, seperti sebuah impian yang kita yakini sepenuh hati. Visi bagi orang percaya merupakan sesuatu yang seharusnya terjadi dan yang dapat terjadi.

Seorang visioner memahami waktu Tuhan dan menjadi sabar dalam menantikan sebuah visi terwujud. Sebuah visi membutuhkan waktu yang panjang untuk menjadi matang yang menjadikan orang-orang yang mengerjakan visi tersebut bertumbuh dan semakin dewasa dalam kerohanian. Lamanya sebuah visi terwujud juga menjadi kesempatan bagi visioner untuk setia berdoa yang membuat visi tersebut tetap segar dan jelas dan tetap bergantung pada Allah.

Sebuah visi dimasa awal lebih banyak membutuhkan pertanyaan daripada jawaban dan pertanyaan “apa yang seharusnya terjadi dan yang dapat terjadi” lebih memenuhi pikiran dibanding “bagaimana itu terjadi”. Allah akan bekerja dalam setiap orang percaya yang setia untuk ambil bagian dalam perwujudan visi Allah dalam hidup mereka. Seorang pemimpin visi seharusnya menemukan dirinya selalu sepenuhnya bergantung pada Allah, mengenali visi yang dari Allah akan kembali pada kehendak Allah yaitu memberikan kemuliaan bagi Allah. Kehidupan rohani seharusnya tidak dipandang sebagai sesuatu yang terpisah tetapi merupakan aspek yang melibatkan seluruh area kehidupan.

.

Proses mengerjakan visi juga dimulai pada waktunya Tuhan dan dalam waktu itu jugalah merupakan kesempatan untuk melemparkan visi, menyampaikannya kepada orang lain, dan pemimpin seharusnya selalu siap untuk membicarakan gambaran mental yang dimilikinya dan tetap memiliki keteguhan hati mengapa visi itu begitu penting dan bagaimana visi itu berhubungan dengan kehendak Allah. Seorang pemimpin visi harus siap untuk menghadapi berbagai macam kritikan yang membangun ataupun yang menjatuhkan bahkan memiliki sikap terbuka untuk belajar dari kritikan tersebut.

Sementara visi pasti dijunjung tinggi sebagai sebuah ketetapan, cara kita untuk bagaimana mewujudkannya bisa mengalami perubahan dan penyimpangan. Orang-orang yang terlibat mengerjakan sebuah visi, yang secara bersama bekerja untuk mewujudkan visi tersebut seiring berlalunya waktu memiliki peluang untuk kehilangan dan menyimpang dari arah yang sudah ditetapkan, itulah sebabnya visi harus selalu didengung-dengungkan, dihangatkan, dibicarakan kembali secara teratur oleh pemimpin. Semangat dan ide untuk mengembalikan keadaan seperti pada visi semula dapat berkembang kedalam sikap hidup seorang pemimpin yang harus menunjukkan teladan dalam segala aspek hidupnya walau berapapun harga yang harus dibayar. Pemimpin yang memiliki otoritas moral lebih memberi pengaruh dalam sebuah visi dibanding pemimpin hanya sebagai posisi. Sikap moral yang berpengaruh didefinisikan sebagai keyakinan dari dalam dan kemauan untuk menyesuaikan hidup sesuai keyakinan tersebut jadi merupakan kesesuaian antara keyakinan dan perbuatan. Otoritas moral melibatkan karakter, waktu dan pengorbanan. Ketika seorang pemimpin menunjukkan sikap moral seperti ini, orang lain memperhatikan dan akan mengikuti teladannya. Demikianlah pentransferan sebuah visi akan menjadi lebih efektif jika disertai juga dengan pentransferan nilai hidup dan sikap moral yang benar.(thamrin)

Add comment Januari 19, 2009

Apakah anda bertumbuh?

Dalam sebuah kunjungan kerumah seorang sahabat pada saat berpamitan dari rumah alumni tersebut kami mendapatkan “bingkisan”.masing-masing sebuah jambu klutuk yang baru dipetik dari pohon jambu depan rumahnya. Tidak ada yang istimewa dari jambu klutuk ini hingga 2 hari kemudian ketika saya mau memakannya ternyata kondisinya sudah keriput dan tidak segar lagi. Seketika saya bertanya dalam hati kenapa baru 2 hari jambu ini sudah tidak segar lagi namun sesaat kemudian saya tersadar menemukan jawabannya yaitu jambu tersebut sudah tidak terhubung dengan pohonnya sehingga jambu tersebut sudah tidak dalam proses pertumbuhan. Ya buah jambu yang sudah dipetik (terputus) dari pohonnya akan berhenti mengalami proses pertumbuhan dan ketika proses pertumbuhan berhenti maka yang ada berikutnya adalah proses pembusukan yaitu proses dimana tidak ada pertumbuhan dan perkembangbiakan sel melainkan kematian setiap sel-sel perlahan-lahan. Itulah sebabnya seminggu kemudian setelah saya amati kembali buah jambu tersebut semakin membusuk. Kulit buah jambu yang dulunya mulus kini keriput bahkan telah menimbulkan aroma yang tidak sedap. Saat merenungkan hal ini saya teringat akan kehidupan rohani seorang Kristen yang dituntut untuk bertumbuh sehingga menghasilkan buah yang baik yang dapat dinikmati oleh semua orang. Kehidupan rohani seorang Kristen yang bertumbuh tidak terjadi begitu saja ketika seseorang menjadi lahir baru, dibutuhkan disiplin rohani.dan makanan rohani yang benar yang melahirkan pertumbuhan sehingga menjadi orang percaya yang dewasa. Setidaknya ada 3 hal yang harus dikerjakan untuk bertumbuh antara lain: 1. Mempelajari firman Tuhan, 2. Bersekutu 3. Bersaksi. Ketiga hal ini harus dikerjakan agar pertumbuhan rohani tidak tersendat-sendat. Pertumbuhan yang tersendat-sendat akan memberi peluang terjadinya pembusukan. Seperti perumpamaan ranting pada pohon anggur yang akan mati jika tidak terhubung lagi dengan pohon anggur, demikian juga jika pada batang awal dari ranting tersebut diikat sehingga penyaluran sari makanan dari pohon menjadi tersendat-sendat maka suatu saat ranting tersebut akan kerdil dan akhirnya mati. Dalam mempelajari firman Tuhan dibutuhkan pertolongan Roh kudus agar kita bisa memahami setiap firman yang kita baca tepat seperti yang Tuhan inginkan untuk kita pahami. Sebab itu kita harus taat pada pimpinan Roh kudus dan jangan bersandarkan pada pengertian kita sendiri. Apa yang firman Tuhan katakan dalam alkitab itulah yang seharusnya memenuhi akal pikiran serta hati kita dan bukan sebaliknya. Apa yang ada didalam hati dan pikiran itulah yang selalu kita kerjakan sebab itu kita perlu menjaga hati dan pikiran kita dengan kebenaran firman Tuhan sebagaimana yang dituliskan rasul Paulus: “semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semua itu”. Ada 2 hal yang kita kerjakan dalam bersekutu, yang pertama dan terutama adalah kita bersekutu dengan Tuhan dan yang kedua adalah bersekutu dengan sesama orang percaya. Orang yang percaya kepada Yesus Kristus harus menyediakan waktu untuk berdoa dan bersekutu dengan Bapa surgawi. Allah sendiri telah menyediakan diri-Nya bagi persekutuan ini demi pertumbuhan rohani kita. Namun berdoa bukanlah sekadar berkata-kata, berdoa adalah sebuah relasi. Kita tidak mengejar-ngejar pemberian Allah. Kita tidak meminta kepada Allah dengan paksa, seperti untuk kesehatan atau kebutuhan hidup kita tetapi kita juga harus menaikkan ucapan syukur, pujian, dan penyembahan kepada-Nya. Keharusan lain untuk pertumbuhan rohani adalah bersekutu secara teratur dalam persekutuan orang percaya yang mempercayai Alkitab, mengajarkan kebenaran Injil dan memuliakan Kristus. Persekutuan dengan sesama orang percaya ini mutlak harus dikerjakan didalam gereja, perkumpulan dikampus, dilorong atau ditempat kost sebagaimana yang dituliskan dalam kitab Ibrani 10:24-25 yaitu Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan — pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasehati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Saat ini ada beberapa orang merendahkan peran gereja setempat. Mereka menganggap “kelompok kecil” atau “mendengar kaset” lebih penting, padahal ibadah digereja tidak dapat digantikan. Demikian pula dengan orang yang menambahkan “gereja elektrik” untuk bersekutu dengan sesama orang yang telah dikuduskan. Program TV dan siaran radio yang menyiarkan renungan dan kotbah-kotbah serta proses ibadah tidak ditujukan untuk menggantikan ibadah Anda di gereja. Pertumbuhan rohani seorang Kristen melalui persekutuan adalah mutlak sebuah relasi bukanlah sebuah metode atau teknik. Hal terakhir dalam pertumbuhan rohani adalah bersaksi kepada orang lain dengan teladan dan pengakuan iman. Setelah mengalami kelahiran baru melalui iman dalam Kristus, menerima pengampunan dosa, dan menemukan sukacita dalam pertumbuhan rohani melalui Firman, doa, dan persekutuan, Anda harus memiliki kerinduan untuk membagikan apa yang telah Anda dapat kepada sesama. Jika kita merasa tidak mampu bersaksi itu adalah hal yang wajar untuk pertama kalinya tetapi firman Tuhan ini akan meneguhkan kita: “tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah 1:8). Sebab itu permasalahannya ada pada diri kita apakah kita mau memulainya karena kita sudah menerima kuasa untuk bersaksi. Dari ketiga hal ini kita diingatkan untuk semakin bertumbuh dalam pengenalan yang baik dan benar akan firman Tuhan. Pertumbuhan yang baik akan menghasilkan buah yang baik pula. Kita yang mengerjakan tetapi Roh Kuduslah yang memberi pertumbuhan. Jika anda tidak sedang bertumbuh, itu berarti anda sedang dalam proses pembusukan. Kalau di media televisi ada slogan yang mengingatkan masyarakat untuk senantiasa waspada dalam mengantisipasi kejahatan. Hal senada dapat kita senandungkan “Pembusukan terjadi karena tidak ada pertumbuhan, sebab itu waspadalah, waspadalah!” Apakah anda sedang bertumbuh? (thamrin)

Add comment Januari 19, 2009


Kategori

 

November 2009
S S R K J S M
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blogroll

Tag

komputer rohani Sport

Komentar Terakhir

Anonymous di Resetting Printer
lisa di Ingin kurus?
yeye di Ingin kurus?
Lollyhook di
sani di Ingin kurus?

Blog Stats

Top Clicks

Top Posts