Apa yang ada dalam pikiranmu?

November 22, 2007 at 2:27 pm Tinggalkan komentar

korban-mhs-fkuisu.jpg

Kutipan selanjutnya disini:

Anak dari bungsu dari pasangan almarhum Anwar Efendi Pane dan almarhumah Anafiah Ritonga menuturkan peristiwa pembunuhan yang dilakukannya tersebut terjadi sekitar Pukul 11.30 WIB.

Saat itu Windi tengah menonton di ruang TV sambil tiduran dihambal bermain dengan anak kucing Persia kepunyaan sepupu tersangka yang juga paman korban, Geofaldi (mahasiswa kedoktoran).

Seperti pemberitaan sebelumnya, Windi pagi itu dengan mengendarai Kijang Biru berkunjung ke rumah pamannya Afian Ali Akbar Pane yang baru menikah di rumah tersebut Minggu lalu.

Saat itu di lokasi cuma ada tersangka yang masuk sekolah siang dan Windi yang bermaksud mengambil telepon selularnya yang sebelumnya tertinggal.

Di saat putri tunggal pasangan dr Samsul Bahri Siregar, SpAn dan Elly tengah tiduran nonton TV sambil bermain anak kucing, melintas tersangka dari kamarnya melewati ruang TV menuju dapur.

Saat itulah Riz melihat pakaian dalam Windi tersingkap tanpa di sengaja sehingga memacu libido seksnya.

Windi yang memakai kaus ketat warna putih dengan celana jeans hitam terus asyik bermain dengan anak kucingnya sehingga tidak menyadari kalau sedari tadi punggungnya diperhatikan remaja tanggung berbadan tengap tersebut.

Menyergap

Sewaktu lengah, remaja puber tersebut langsung menyergap memeluk Windi dan menciumnya. Terkejut dengan aksi tersangka, gadis manis tersebut kemudian meronta dan menyikut tulang iga remaja tambun tersebut.

Tersadar dengan reaksi korban, Riz yang ketakutan aibnya diketahui sepupu dan keluarga lain, pria tanggung itu langsung kalap dan mengambil pot bunga yang ada di sudut ruangan langsung memukulkannya ke arah kepala Windi.

Windi yang tengah terpana tidak menyangka Riz masih berusia jauh di bawahnya melakukan tindakan tidak senonoh padanya, tidak sempat mengelak sewaktu pot bunga menghantam kepalanya.

Wanita itu langsung tersungkur kembali ke lantai. Melihat hal itu, tersangka masih gelap mata langsung mengambil tongkat besi dan memukulkannya berkali-kali ke kepala Windi hingga pingsan.

Anak yatim piatu tersebut kemudian mengambil pisau dapur dan menikamkannya hingga bengkok keperut korban. Setelah itu, tersangka melilit leher korban dengan ikat pinggang yang digunakan Windi.

Guna mengelabui, tersangka kemudian menyayat urat nadi pergelangan kanan supaya dianggap koban meninggal bunuh diri.

Setelah menganggap korbannya telah meninggal dunia Riz dengan memakai baju panas hitam pergi meninggalkan rumah tersebut. Sebelumnya, tersangka juga sempat memeriksa dompet dan melarikan uang sebesar Rp1 juta milik korban.

Tersangka yang mengaku baru beberapa bulan tinggal di rumah tersebut (sejak masuk kelas I SMA beberapa bulan lalu-red) kemudian naik angkot ke Terminal Amplas. Dari Amplas tersangka langsung berangkat ke Pematang Siantar.

================================================================

Sebelumnya saya menyatakan turut berduka buat keluarga korban dan minta maaf buat semua pihak yang membaca blog ini. Tulisan di blog ini dibuat tanpa memiliki maksud-maksud lain selain mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian yang ada disekitar kita. Saya mengutip beberapa kata yang ditulis di harian Analisa untuk mempermudah pembahasan.

Bila kita membaca kronologi kejadian seperti yang dituturkan tersangka maka sebenarnya kejadian tindak kejahatan dapat terjadi kapan saja, dimana saja, oleh siapa saja dan kepada siapa saja. Hari itu masih sekitar pukul 11:30 artinya siang hari itu bukanlah hari yang dinantikan-nantikan oleh Windi dan Riz karena perjalanan hidup dan peristiwa seperti itu dapat terjadi pada siapa saja.

Dipicu oleh karena Windi ingin mengambil telepon selularnya yang tertinggal dirumah pamanya sehingga ia pergi kerumah itu. Jika kita berandai-andai bisa saja setelah alm mengambil hpnya langsung pergi pulang tetapi mungkin ada 2 faktor kenapa dia tidak langsung pulang yaitu:

  • tidak punya kegiatan yang mendesak untuk dikerjakan selanjutnya
  • merasa nyaman untuk tinggal sejenak

hal-hal seperti ini sering terjadi didalam hidup kita, saya sendiri mungkin akan melakukan hal yang sama dengan alm. Beranjak dari kejadian ini ada pelajaran yang bisa diambil: rencanakan kegiatan dengan jelas.

Hal pemicu kedua adalah soal bagaimana kita berpakaian dilihat oleh orang lain. Sudah menjadi trend kalau wanita berpakaian minim dan ngepas dan menunjukkan sedikit bagian depan dada ataupun bagian belakang bokong. Sadar atau tidak sadar sebetulnya trend ini juga mengambil bagian meningkatnya kasus perkosaaan terhadap wanita disamping disisi yang lain exploitasi bentuk tubuh wanita dalam bentuk gambar diam dan bergerak yang semakin mudah didapatkan oleh setiap orang, juga lemahnya iman seseorang dan tidak adanya sex education menjadi pelengkapnya (sex education bukanlah pendidikan bagaimana melakukan hub sex tetapi lebih kepada penyadaran fungsi-fungsi tubuh dan akibat-akibatnya(kurang lebih minta maaf)).

Tetapi dalam kasus ini Windi tidaklah berpakaian rok mini tetapi ia memakai kaus ketat warna putih dengan jelana jeans, hanya saja ketika Windi sedang asik bermain dengan kucing rupanya tanpa ia sadar pakaian dalamnya tersingkap dan dilihat oleh Riz. Tidak jelas apa yang dilihat Riz dalam berita ini dan hanya Riz yang tahu apa yang ada dalam pikirannya saat itu.

Ada 2 sisi yang perlu disadarkan dalam hal ini:

  • Sisi wanita: jangan menunjukkan bagian tubuh (yang sensitif dimata pria) dengan sadar atau tidak sadar, dengan sengaja atau tidak sengaja, ditempat umum maupun bukan tempat umum, yang banyak orang maupun hanya berdua kepada pria.
  • Sisi pria: Batasilah apa yang kamu lihat, belajarlah untuk memikirkan hal-hal yang benar, isilah waktu dengan hal-hal yang berguna dan membangun, apa yang kamu lihat jika bukan milikmu jangan berhasrat menyentuhnya dan pikirkan 7 kali 7 pangkat 7 kali sebelum kamu melakukannya.

Berikutnya kita akan melihat aspek psikologis ketika seseorang dalam keadaan panik, kalap dan dipenuhi ketakutan yang memuncak. Saat itu libido Riz sudah memuncak dan diujung tanduk sampai pikirannya sudah korslet sehingga ia pun memeluk dan mencium Windi. Riz baru tersadar ketika Windi menyikut tulang iganya, pada saat ini Riz benar-benar tersadar bahwa apa yang baru dilakukannya adalah salah. Pikiran korslet akibat libido yang tinggi langsung turun menjadi zero (nol). Tetapi kesadaran inilah yang membuat Riz malu sekali (malu semalu malunya) yang membuat dia ‘merasa harus’ menutup kesalahan (rasa malunya) dengan waktu yang sangat ‘singkat dan terbatas’. Peristiwa seperti inilah yang sering membuat orang panik: ketika seseorang ‘merasa harus’ memutuskan sesuatu dengan waktu yang sangat singkat dan terbatas. Didalam kepanikannya dia seolah menemukan ‘solusi’ malu dengan cara memukul, menghantam, memukul lagi, menikam, melilit leher, menyayat sampai akhirnya ia menganggap korbannya telah meninggal (agar tidak ada saksi dan tidak ada yang melaporkan kejahatannya). Dan solusi terkahir yang dia temukan adalah meninggalkan, melarikan uang dan bersembunyi.

Bicara soal panik, sering juga berhubungan dengan stress. Dalam manajemen stres, stress adalah hal yang biasa dan harus ada agar tubuh dan pikiran tetap sehat dengan demikian pertanyaannya adalah bagaimana mengendalikan dan memanajemennya. Bagi orang-orang yang belum menyadarinya seringkali ketika stress dan panik menemukan ‘solusi-solusi’ singkat seperti yang ditemukan oleh Riz yang justru membuat persoalan semakin bertambah. Sebab itu sangat penting untuk belajar mengenai hal ini, bagaimana mengendalikan pikiran dalam keadaan stress yang tinggi dan melatih pikiran saat keadaan tenang.

Belajar dari 3 hal pemicu diatas maka dapat kita lihat segala apa yang akan kita kerjakan selalu dimulai dari apa yang kita pikirkan karena itu latihlah untuk memikirkan hal-hal yang baik dan benar sehingga kita akan mengerjakan hanya hal-hal yang baik dan benar saja. Kalau tidak percaya, cobalah praktekkan dalam kehidupan nyata anda. Jika anda memikirkan sampah/ kejahatan maka kejahatanlah yang akan anda kerjakan. Dalam hal ini pikiran kita memiliki fungsi yang sama dengan komputer, yaitu GIGO (garbage in garbage out) .Juga kita perlu melatih untuk melihat potensial masalah walau sekecil apapun dan belajar menemukan solusinya. Karena belajar dari peristiwa ini kita semua tidak ada yang mau menjadi pelaku maupun korban bukan?

So, mari kita belajar melatih pikiran untuk hal-hal yang baik dan benar saja. Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah. Apa yang ada dalam pikiranmu?

Entry filed under: Life, Precious Lessons. Tags: .

lagi tentang virus Mengapa menguap?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


November 2007
S S R K J S M
    Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Blog Stats

  • 45,961 hits

%d blogger menyukai ini: