Apakah anda bertumbuh?

Januari 19, 2009 at 1:33 pm Tinggalkan komentar

Dalam sebuah kunjungan kerumah seorang sahabat pada saat berpamitan dari rumah alumni tersebut kami mendapatkan “bingkisan”.masing-masing sebuah jambu klutuk yang baru dipetik dari pohon jambu depan rumahnya. Tidak ada yang istimewa dari jambu klutuk ini hingga 2 hari kemudian ketika saya mau memakannya ternyata kondisinya sudah keriput dan tidak segar lagi. Seketika saya bertanya dalam hati kenapa baru 2 hari jambu ini sudah tidak segar lagi namun sesaat kemudian saya tersadar menemukan jawabannya yaitu jambu tersebut sudah tidak terhubung dengan pohonnya sehingga jambu tersebut sudah tidak dalam proses pertumbuhan. Ya buah jambu yang sudah dipetik (terputus) dari pohonnya akan berhenti mengalami proses pertumbuhan dan ketika proses pertumbuhan berhenti maka yang ada berikutnya adalah proses pembusukan yaitu proses dimana tidak ada pertumbuhan dan perkembangbiakan sel melainkan kematian setiap sel-sel perlahan-lahan. Itulah sebabnya seminggu kemudian setelah saya amati kembali buah jambu tersebut semakin membusuk. Kulit buah jambu yang dulunya mulus kini keriput bahkan telah menimbulkan aroma yang tidak sedap. Saat merenungkan hal ini saya teringat akan kehidupan rohani seorang Kristen yang dituntut untuk bertumbuh sehingga menghasilkan buah yang baik yang dapat dinikmati oleh semua orang. Kehidupan rohani seorang Kristen yang bertumbuh tidak terjadi begitu saja ketika seseorang menjadi lahir baru, dibutuhkan disiplin rohani.dan makanan rohani yang benar yang melahirkan pertumbuhan sehingga menjadi orang percaya yang dewasa. Setidaknya ada 3 hal yang harus dikerjakan untuk bertumbuh antara lain: 1. Mempelajari firman Tuhan, 2. Bersekutu 3. Bersaksi. Ketiga hal ini harus dikerjakan agar pertumbuhan rohani tidak tersendat-sendat. Pertumbuhan yang tersendat-sendat akan memberi peluang terjadinya pembusukan. Seperti perumpamaan ranting pada pohon anggur yang akan mati jika tidak terhubung lagi dengan pohon anggur, demikian juga jika pada batang awal dari ranting tersebut diikat sehingga penyaluran sari makanan dari pohon menjadi tersendat-sendat maka suatu saat ranting tersebut akan kerdil dan akhirnya mati. Dalam mempelajari firman Tuhan dibutuhkan pertolongan Roh kudus agar kita bisa memahami setiap firman yang kita baca tepat seperti yang Tuhan inginkan untuk kita pahami. Sebab itu kita harus taat pada pimpinan Roh kudus dan jangan bersandarkan pada pengertian kita sendiri. Apa yang firman Tuhan katakan dalam alkitab itulah yang seharusnya memenuhi akal pikiran serta hati kita dan bukan sebaliknya. Apa yang ada didalam hati dan pikiran itulah yang selalu kita kerjakan sebab itu kita perlu menjaga hati dan pikiran kita dengan kebenaran firman Tuhan sebagaimana yang dituliskan rasul Paulus: “semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semua itu”. Ada 2 hal yang kita kerjakan dalam bersekutu, yang pertama dan terutama adalah kita bersekutu dengan Tuhan dan yang kedua adalah bersekutu dengan sesama orang percaya. Orang yang percaya kepada Yesus Kristus harus menyediakan waktu untuk berdoa dan bersekutu dengan Bapa surgawi. Allah sendiri telah menyediakan diri-Nya bagi persekutuan ini demi pertumbuhan rohani kita. Namun berdoa bukanlah sekadar berkata-kata, berdoa adalah sebuah relasi. Kita tidak mengejar-ngejar pemberian Allah. Kita tidak meminta kepada Allah dengan paksa, seperti untuk kesehatan atau kebutuhan hidup kita tetapi kita juga harus menaikkan ucapan syukur, pujian, dan penyembahan kepada-Nya. Keharusan lain untuk pertumbuhan rohani adalah bersekutu secara teratur dalam persekutuan orang percaya yang mempercayai Alkitab, mengajarkan kebenaran Injil dan memuliakan Kristus. Persekutuan dengan sesama orang percaya ini mutlak harus dikerjakan didalam gereja, perkumpulan dikampus, dilorong atau ditempat kost sebagaimana yang dituliskan dalam kitab Ibrani 10:24-25 yaitu Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan — pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasehati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Saat ini ada beberapa orang merendahkan peran gereja setempat. Mereka menganggap “kelompok kecil” atau “mendengar kaset” lebih penting, padahal ibadah digereja tidak dapat digantikan. Demikian pula dengan orang yang menambahkan “gereja elektrik” untuk bersekutu dengan sesama orang yang telah dikuduskan. Program TV dan siaran radio yang menyiarkan renungan dan kotbah-kotbah serta proses ibadah tidak ditujukan untuk menggantikan ibadah Anda di gereja. Pertumbuhan rohani seorang Kristen melalui persekutuan adalah mutlak sebuah relasi bukanlah sebuah metode atau teknik. Hal terakhir dalam pertumbuhan rohani adalah bersaksi kepada orang lain dengan teladan dan pengakuan iman. Setelah mengalami kelahiran baru melalui iman dalam Kristus, menerima pengampunan dosa, dan menemukan sukacita dalam pertumbuhan rohani melalui Firman, doa, dan persekutuan, Anda harus memiliki kerinduan untuk membagikan apa yang telah Anda dapat kepada sesama. Jika kita merasa tidak mampu bersaksi itu adalah hal yang wajar untuk pertama kalinya tetapi firman Tuhan ini akan meneguhkan kita: “tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah 1:8). Sebab itu permasalahannya ada pada diri kita apakah kita mau memulainya karena kita sudah menerima kuasa untuk bersaksi. Dari ketiga hal ini kita diingatkan untuk semakin bertumbuh dalam pengenalan yang baik dan benar akan firman Tuhan. Pertumbuhan yang baik akan menghasilkan buah yang baik pula. Kita yang mengerjakan tetapi Roh Kuduslah yang memberi pertumbuhan. Jika anda tidak sedang bertumbuh, itu berarti anda sedang dalam proses pembusukan. Kalau di media televisi ada slogan yang mengingatkan masyarakat untuk senantiasa waspada dalam mengantisipasi kejahatan. Hal senada dapat kita senandungkan “Pembusukan terjadi karena tidak ada pertumbuhan, sebab itu waspadalah, waspadalah!” Apakah anda sedang bertumbuh? (thamrin)

Entry filed under: TPPM. Tags: .

Bagaimana memperkecil ukuran gambar dan foto? Transfer visi (satu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Januari 2009
S S R K J S M
« Mei    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blog Stats

  • 45,961 hits

%d blogger menyukai ini: